Feeds:
Posts
Comments

Petualangan Pertama

Ntah apa yang sebenarnya aku rasakan saat ini, sedihkah? bahagiakah? aku tak tahu
Tapi yang jelas aku bersyukur
Petualangan pertama ini
Petualangan yang menghantarkanku satu langkah pada kedewasaan
Petualangan yang membuat hati dan pikiranku lebih tegar
Petualangan yang telah membuka cakrawala wawasanku
Petualangan yang telah menyadarkanku akan adanya hal-hal di depan mataku yang memerlukan prioritas lebih untuk diselesaikan
Petualangan berharga untuk masa depan

大阪,11月2日

kasih theme song ah
Yuna Ito – Faith

Translation: Jonathan Wu @ cherryblossom-garden

I walk all by myself…
But I don’t regret
the things I decided back on that day
at times, the pain gets worse
Though I’m still in love
I will not stray the path I chose

If somehow, this time
a light called hope
could appear
then surely, we could be together
and I’d get the strength I need to live on

Those days of love, those times you loved me
its warmth, still has not faded
I can’t say anything to you
No matter what the words might be
I simply can’t bear to tell you everything
On the nights I can’t be with you, even though I want to
I lay in my room, hugging myself without sleeping
I still believe in love, so once more
I will believe, and I won’t give up, cuz I have
Faith in my future

Show me the way
To the days of yesterday
If they’re things that can be thrown away
then they’re just simple things
This kind of selfishness,
you answered it with kindness
because I needed an anwser

Caught in a mass of people
I feel shaken, and yet
there are some things that don’t change
So whenever I stop myself, I am reborn,
because my dream gives me the proof I need

Whether this freedom is eye opening
or mundane, I know I can’t rely on it
Don’t make it fade away to be
drained away
because it’s connected to my heart
On the nights I can’t be with you, even though I want to
I can hear your voice
I do believe in love, so I won’t let go
And I will hold on to the things I believe, cuz I have
Faith in my future

I will believe, and I won’t give up, cuz I have
Faith in my future

Sekitar dua minggu ada di Bandung banyak pelajaran yg saya dapat dari bertemu dengan keluarga, bertemu teman2, dan melihat keadaan sekitar. It was very nice to take holidays for a while, refreshing my mind, seeing the reality, reflecting what’ve done, and planning what should be done.

A person filled with cowardice and hesitation would not be able to do anything.
Do you know why?
It’s because they can only see the impossible.

Always stressing out over things,,
How about worrying once you’ve actually tried to do something?

Don’t decide everything by yourself,, consult with others!!
Opening your heart doesn’t mean you’re showing your weakness.

arigatou na bandung v^^

Aishiteru

_learn from the children

Aishiteruimage got from dramawiki

Gomen,, klo ada yg mengharapkan review ato donlot links dorama dari blog ini. Tapi, seperti biasa, saya hanya menuliskan apa yg saya pikirkan tentang pesan moral yang ingin disampaikan dari sebuah dorama. Dorama yg baru2 ini saya selesai tonton berjudul Aishiteru (I love you). Eitz, dah geli aja denger kata2 ini…hehe.. Walopun,, judulnya begitu, tapi ceritanya bukan tetang percintaan remaja ala sinetron ga mutu itu,, tp tentang kasih sayang ibu dan anak.. Biasa memang denger tema kayak begini,, tp lain cerita klo lihat sampe segitunya seorang anak menyanyangi dan melindungi ibunya bahkan sampe melampaui ekspektasi kedua ortunya dan membuat ortunya belajar dan mengerti what I’ve actually done to my kid until now.
moga2 pkiranku ini ga menyesatkan, tp semoga membawa manfaat v^^

Ketika seorang ibu sibuk dgn pekerjaannya dan lelah sepulang kantor,, yang terpikir pastilah ingin istirahat dan memanjakan diri.
Akan tetapi yang ada hanyalah tambahan pekerjaan rumah, menyiapkan makan malam lah, mengurus anak dan suami lah.
Walaupun semua tugas itu sudah dilaksanakan, apakah ibu merasakannya sebagai kerja keras?
Orang bilang,, mencintai itu tidak memerlukan pengorbanan dan kerja keras,
Kerja keras yang ibu lakukan terkadang membuat anggota keluarga menjadi semakin tidak tega untuk menambah beban ibu dengan mencurahkan persoalan-persoalan hidupnya (jgn diterjemahkan ga usah kerja keras ya,, tp diterjemahkan ga usah ditampakkan kerja kerasnya)
Padahal ibu bagi anggota keluarga adalah satu-satunya orang yang bisa berbagi apapun, yang bisa mengekspresikan apapun, yang selalu sedia ketika diperlukan, yang selalu membela dan mendukung, yang dapat dirasakan kehangatannya dengan hanya bertemu dan melihat senyumannya.

Tugas seorang ibu tidaklah sesederhana pekerjaan kantor, asal kerja keras dan selesai,
Tetapi yang jauh lebih penting adalah juga memahami kondisi emosi setiap individu anggota keluarga..
Tidak mudah memang, namun tidak ada satu wanita pun yg tiba-tiba bisa menjadi ibu yang baik bagi keluarganya,
Semua perlu proses dan memakan waktu, dan tidak jarang justru orangtualah yang belajar dari anaknya.

btw, themesong nya mantap, Aragaki Yui – Utsushie

(thanks to LAIN for the translation)

I just want to be loved
By the person close to me
Pretending to have fun even though I want to cry
Is surprisingly easy
I didn’t want to get sad
So I tried not to see the important things
Even though I lose everyone and everything
If only you were with me, that would be enough
Why is it in this world only the most beloved things
Why is it things keep falling out of the palm of my hand
I won’t tell you my real feelings
Because it’s embarrasing
Tears, temperature and smiles
might actually exist in this world
From the shore I saw you
and it looked just like a beautiful painting
Even though no one and nothing was left
Because you were here I felt relieved
Even though I didn’t tell you
I thought we would always be together in this world
If the order of tomorrow and today were changed
If tomorrow became yesterday
Would I be able to meet you again
Tell me, what I looked for
And what you looked for
If we found that, what could’ve been
Like this endless sea
If we put our everything into it, would we be able to be together
In this world, if I was deeply loved by you
I wouldn’t be feeling so lonely

“It’s better to be beaten up than give up before try”

Tiba2 teringat quotation di atas yg saya tulis skitar 1 tahun lalu setelah hari ini mendapatkan pencerahan dan semangat dari dua orang teman menjelang hari ujian masuk master programku di Tohoku University.
Berikut yg dikatakan mereka:

“Jangankan kamu Ris, saya saja yang sudah pernah menghadapi ujian master dan ujian doktor,, sampai sekarang jika akan menghadapi ujian, perasaan tegang itu selalu ada. Tapi yang penting, sekali kita akan mengahadapi ujian,, satu2nya yg bisa kita lakukan adalah menghadapinya, tidak ada jalan mundur. Walaupun akhirnya kita mungkin kalah (gagal) dalam ujian itu. Kebanyakan dari kita tdk siap dengan resiko. Jadi orang itu harus fair, tidak bisa selamanya menang dan selamanya kalah.
Sebelum ujian saya selalu telepon Ibu utk meminta doa restu karena doa Ibu itu luar biasa. Selama ini saya tidak pernah merasa cerdas. Bukan karena kepintaran, saya bisa hingga sampai ke titik ini. Satu2nya yg menjadi alasannya adalah pertama karena ada kesempatan, kedua adalah karena rezeki dari Allah SWT dan doa Ibu, dan ketiga adalah karena saya berusaha.”

yg kedua:
“Ngapain tegang Ris, klo tegang gw dah ga bs mikir apa2. Klo emang gagal, yaa.. mo diapain lagi,, kita dah berusaha gitu”

Terima kasih teman-teman ^^
H-3 entrance exam

Hari ini saya mendapatkan poin besar dlm hidupku mengenai pembelajaran. Hari ini adalah hari evaluasi setelah 2 minggu yg lalu aku selesai presentasi dlm bhs Jepang di kelas practice. Tak terduga aku mendapatkan perfect score di semua poin penilaian.

Walaupun saya menyadari benar bahwa saya sangat kurang persiapan dan pd saat presentasi pun omongan saya terasa tidak lancar dan tidak mengalir. Tapi ada satu hal yg tidak biasa saya lakukan pd presentasi kali ini. Yaitu saya merasa tenang dan kalem. Jika dingat-ingat apa yg membuat saya tenang adalah saya menyadari bahwa kelas ini adalah tempatnya saya belajar. Meskipun presentasi ini adalah ujian akhir, saya tetap berpikir “Biarlah,, saya tdk mengharapkan nilai tinggi. Saya hanya ingin tau dimana saya berbuat salah dan sebisa mungkin saya ingin semua orang ngerti apa yg ingin saya sampaikan”. Sehingga saat itu saya memutuskan utk berbuat apa adanya dengan semua skill yg sdh saya pelajari selama ini.

Dengan berpikiran apa adanya spt itu, saya menjadi tenang, pikiran tidak lagi terpaku pada naskah yg saya buat, bodo amat ama naskah. Pola pikir saya jd ga ribet, takut salah ato takut ada yg kelewat dari naskah, sehingga mudah bagi saya utk konsentrasi pada ilmu bhs jepang saya.

Sejak dulu, berbicara adalah problem bagi saya. Saya menyadari bahwa di atas kertas nilai-nilai ujian tulis bhs Jepang saya selalu bagus. Tapi jika kalian mendengar saya berbicara pake bhs Jepang, kalian akan menjadi ragu dan bertanya2 dari mana saya bisa mendapatkan semua nilai2 bagus tersebut. Tdk hanya dalam bhs Jepang, dlm bhs Indonesia atau Inggris sekalipun, saya tidak pandai berbicara.

Ketika disuruh membuat komentar mengenai kelas practice bhs Jepang ini, saya menuliskan seperti ini: (diterjemahkan ke bhs Indonesia)
“Aku adalah orang yang tdk biasa bicara banyak, bahkan dalam bahasaku sendiri, bahasa Indonesia. Tapi di kelas ini saya dipaksa untuk berbicara. Ketika sesuatu diekspresikan kita menjadi paham betul apa yg kita pikirkan dan rasakan. Tapi jika tidak diekspresikan walaupun hal itu selalu dipikirkan, kita tidak akan pernah benar2 mengerti apa yg kita pikirkan dan rasakan.
Sejak dulu saya sangat suka hal-hal yg prosedural seperti halnya ilmu rekayasa karena semua ada prosedurnya; diberikan ilmu/teorinya kemudian diaplikasikan. Namun di kelas ini terbalik. Diaplikasikan dulu baru kemudian saya dengan sendirinya bisa mengambil ilmunya dari beberapa kesalahan yg saya buat. Menurut saya inilah pentingnya ada practice class spt ini dan inilah arti sebenarnya dari proses pembelajaran. 何回も間違うことをして、直して、勉強して、ちゃんと覚えます。Berapa kalipun berbuat kesalahan, menyadari & memperbaiki, memahami, dan properly keep it in mind.”

Berikut adalah poin-poin penting yg saya sadari ketika presentasi di kelas practice bhs Jepang ini:
1. Keep in mind that our presentation is to make people understand, not to show off what we’ve done,
2. Dont mind about score or anything that will make us worry too much and do unnecessary things during presentation (like unnecessary behavior or unnecessary humor, etc.),
3. For most people, impression may be located at the beginning (motivation part) and closing (conclusion part). Therefore, make these two parts with our best effort,
4. There is no special skill in delivering the content of our presentation (procedure, analysis, etc.). It depends all on our knowledge in the specific field of study. But one thing for sure is that the one who know best about the contents is ourselves. Therefore, we dont need to worry too much. Therefore, keep it simple because the audiences dont know as much as we know.

Not to be good at anything is ok, but not to be yourself is not ok.
Express yourself, that way you will learn what mistakes you’ve done and what to do to fix them and be a better person.


frontierlab-meetingFrontierLab meeting di Osaka University ketika saya banyak melakukan kesalahan dalam presentasi ini. Tp berkat pernah melakukan kesalahan, saya tahu apa yg benar. Namun bukan berarti saya tidak akan melakukan kesalahan yg lain. This is the interesting thing about studying.. i think.. ^^

23

23 tahun yg lalu,,
2 anak kembar dilahirkan ke dunia. sejak saat itu, tiap tahun tanggal
23 bulan juli,
3 orang bersama2 memperingati hari kelahiran kami bersama keluarga.

selamat ulang tahun utk aku, adikku, dan ibuku
semoga Allah SWT senantiasa selalu dekat dengan kita
semoga jalan yg kami tempuh adalah jalan yg selalu mendapat ridho-Nya
semoga perlindungan dan kesehatan selalu tercurah
semoga kebahagian dan keceriaan selalu mewarnai setiap sisi2 kehidupan kami di dunia dan akhirat
semoga kami tergolong orang2 beriman yg tidak merugi, yg mengerjakan kebajikan, dan yg saling menasihati utk kebenaran dan kesabaran
amin ya robbal alamin..

together

rough

…you are “rough”.
Every drawing, for as good as it can be…
it always starts with a “rough” sketch.
From now on, you will lay many lines on each other…
you will redo many sketches,
but from all those lines you have to choose your own one.
It’s ok even if it’s approximate, it’s ok even
It is not necessary to complete by now the rough sketches.
Make more and more drafts.
“Rough”
To be incomplete, that’s your weapon.

by Adachi Mitsuru

Mei-chan no Shitsuji

Mei-chan-banner
_struggle

Setelah lama ga nonton dorama, akhirnya hari ini saya menyelesaikan dorama lebay ini dalam waktu 1 bln.. hehe. Ini adalah dorama kedua yg saya tonton yg dibintangi Yamada Yu setelah dorama komedi Seigi no Mikata bersama Shida Mirai-chan. Awalnya saya ngga ngeh klo yg jadi pemeran utama di dorama ini adalah Eikura Nana,, beda bgt. Baru nyadar pas udah nonton 4 episode.. wkwkwk..

Dorama2 lebay cem gini selalu dpt rating tinggi di Jepang, ga ngerti gw selera org Jepang. Walopun gitu, dorama ini ckp menarik perhatian saya.. bukan karena ceritanya yg luar biasa, melainkan karena pesan moralnya yg mantap -struggle- Apa sih kira2 yg membuat orang terus berjuang? Jawabannya tentu adalah Tujuan/Ambisi. Tujuan adalah yg memberi seseorang harapan dan kekuatan, disamber petir sekalipun perjuangan ga akan berhenti hahaha… Tapi bisakah seseorang berjuang tanpa tujuan? Bisa, yaitu dengan kesenangan. Tp klo cuma modal kesenangan ibarat masakan tanpa garam, hambar.. tasteless,, meaningless,, empty..

Dalam dorama ini diperlihatkan bgmn seseorang berjuang dalam hal yg justru ga dia senangi hanya demi mencapai tujuan sederhana. Dan ketika tujuannya hilang, dia jadi ter-disorientasi. Bahkan modal semangatnya sekalipun ga bisa membangkitkan daya juangnya. Ternyata ada hal lain yang juga menjadi penopang kekuatannya yaitu orang2 di belakangnya yg selalu men-support dia. Sepele memang, tp momen2 itulah, momen2 kebersamaan, momen2 keceriaan, momen2 bersejarah yg justru di situlah nilai2 perjuangannya bs didapat.

You’ll never walk alone.. (Liverpool -red)

-motivation

Sebuah wawancara dengan Mario Teguh, pembicara acara Golden Ways di Metro TV dan BUSINESS ART di O Channel.

with cutting at some parts

Apa arti sukses menurut anda ?
Perjalanan 50 tahun hidup yang sudah saya jalani menyimpulkan bahwa sukses itu tidak selalu berarti mendapat piala atau pujian, meski tak ada salahnya jika kita mendapatkan keduanya. Hanya saja itu semua bukan kriteria dari sukses itu sendiri. Karenanya tak jarang orang kemudian sulit menemukan kesuksesan-kesuksesan yang pernah diraihnya. Secara sederhana sukses adalah bagaimana kita keluar dari comfort zone kita dan mencoba menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dengan definisi ini Anda akan melihat begitu banyak kesuksesan yang bisa Anda lihat pada diri Anda. Kalau kemarin Anda baru bisa membantu satu orang, hari ini Anda bisa membantu dua dan besok Anda bisa membantu lebih banyak lagi, maka anda sukses. Dengan perasaan yang positif mengenai kesuksesan yang pernah Anda raih, maka Anda akan merasa semakin sukses dan semakin percaya diri dengan cita-cita, visi dan misi hidup Anda. Saya sangat tidak setuju dengan ungkapan, “Biarlah kita sekarang susah, asal nanti kita sukses”. Ini jelas enggak pernah bakal sukses. Saya bertanya, dimana anak tangganya? Bukankah untuk meraih kesuksesan besar harus diawali dengan kesuksesan kecil dan sedang?. Ada pepatah yang mengatakan, “Sukses akan melahirkan sukses yang lain.” Nah dari pepatah ini dapat diambil pelajaran, apabila kita semakin mudah untuk melihat kesuksesan kita dari hal-hal yang kecil, maka mudah bagi kita untuk mengumpulkan, mengakumulasikan dan melangkah mencapai sukses yang lebih besar. Percaya dech, dengan sukses kecil-kecil itu, cepat atau lambat sukses yang lebih besar akan menjemput Anda.

Tapi sayang, umumnya, masyarakat kita menilai sukses seseorang dari ukuran-ukuran materi seperti merek mobil yang digunakan, mewahnya rumah yang dimiliki dan lain sebagainya. Bagaimana komentar Anda ?
Ini jelas penilaian yang harus diluruskan sebab akan ada akibatnya; jika tidak kaya atau bergelimang harta maka seseorang tidak dikatakan sukses. Sehingga pada akhirnya berlomba-lomba setiap orang untuk mencari kekayaan yang lepas dari cara yang halal atau yang haram karena ia takut kalau dikatakan tidak sukses. Jika kekayaan itu sudah diraihnya, pasti ia mudah terlena dengan kekayaan itu. Dengan angkuh, ia mengklaim bahwa kekayaan yang ada padanya itu hasil jerih payahnya sendiri. Ia lupa bahwa kekayaan sesungguhnya bukanlah sebab melainkan akibat dari sukses
yang diraihnya. Hemat saya, orang yang angkuh dengan apa yang dicapainya sebenarnya dia tidak berencana untuk mencapai kesuksesan-kesukses an yang lain.

Tandanya apa sich seseorang yang terjebak pada keangkuhan atau kesombongan?
Konon tidak seorang pun bisa masuk sorga kalau hatinya tinggi, arogansinya besar dan harga dirinya bengkak. Orang-orang arogan tidak bisa masuk sorga. Kira-kira begitulah secara spiritual. Tetapi didunia pekerjaan pun orang-orang yang kemudian masuk dalam jebakan kesombongan dan arogansi ditandai dengan perasaan luar biasa hebat, perasaan paling top, perasaan paling hebat, bahkan lupa sebenarnya dia sudah merasa lebih besar dari pada sejatinya. Perusahaan-perusaha an dan orang-orang demikian biasanya mulai mengalami proses penjatuhan atau proses penurunan.

Rendah hati yang anda maksud ?
Seseorang yang duduk dikedudukan tinggi tetapi rendah hati maka dia berubah menjadi pelayan, orang tersebut menyenangkan kita. Jadi sekali lagi, seorang yang rendah hati tidak merasa sudah paling tinggi meskipun barangkali dia sudah ditempat paling tinggi. Dengan kata lain, kerendahan hati adalah tidak menuntut apa yang tidak patut bagi kita sesuai dengan kedudukan kita. Mendahulukan orang lain dengan menolak mendahulukan apa yang patut bagi kita sesuai dengan kedudukan kita, itu kerendahan hati. Kerendahan hati adalah sebuah syarat dimana kita bisa belajar lebih lanjut. Ketinggian hati adalah sebuah kondisi dimana kita tidak belajar lagi karena sudah merasa paling top, paling pinter, paling luar biasa.

Penjelasan Anda mengingatkan saya akan nasehat Sufi Besar, Imam Ibnu ‘Atha’illah, yang mengatakan, “Tanamkanlah ujudmu dalam bumi yang sunyi sepi, karena sesuatu yang tumbuh dari benda yang belum ditanam, tidak sempurna hasilnya.” Pertanyaannya, bagaimana memupuk rasa rendah hati dalam diri kita ?
O, ya ? Beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk memupuk kerendahan hati diantaranya adalah dengan menyadari kembali bahwa seluruh yang kita punyai adalah anugerah-Nya, berkah-Nya atau rahmat-Nya. Karenanya katakan pada diri sendiri, “Aku masih ingin belajar”, “Aku masih ingin mendapatkan input dari sekelilingku” , “Aku masih ingin mendapatkan pengetahuan- pengetahuan dari mana saja agar dapat lebih baik”.

Anda punya pengalaman keber-Islaman Anda?
Masih banyak orang yang salah faham terhadap Islam. Ada satu pengalaman yang mengherankan sekaligus membuat saya prihatin. Dalam satu seminar di acara coffee break isteri saya didatangi salah seorang peserta penganut agama Kristen yang taat. Masih kepada isteri saya, orang itu memberi komentar bahwa saya menerapkan ajaran Injil dengan baik. Lalu dengan lembut, penuh kehati-hatian, isteri saya memberitahu bahwa saya seorang muslim. Sontak orang itu terperanjat saat mengetahui bahwa saya seorang muslim. Yang membuat isteri saya (dan kemudian juga saya) prihatin adalah ucapannya, “Loch, koq ada ya orang Islam yang baik macam Pak Mario !?”
Saya pun terkekeh mendengarnya. Nah ini kritik dan sekaligus menjadi tugas kita semua untuk memperbaiki citra Islam.

Dua Bulan di Sendai

Ga kerasa dah 2 bln di Sendai (baru jg 2 bln). Bbrp tantangan, kekhawatiran, ketakutan di 2 bln pertama, mulai dari sensei yg katanya “tough” (ga juga tuh), sendai yg katanya kampung n ga ada anak mudanya (bnyk kok), ampe kiriman ijazah yg selalu bikin deg2an (credit goes to Ganda), alhamdulillah bs terlewati dgn baik, senangnya.. Walopun selama 2thn master nanti akan sy habiskan di kampus katahira yg tua nan sepi, at least saya bs menghabiskan 2 bln di kawauchi ini dgn menyenangkan ^^

Saya akui, 2 bulan di Sendai ini blum cukup utk “menggantikan” segala peristiwa unforgettable di Osaka. Walopun raga ini sudah di ada Sendai, ntah knapa hati saya msh di Osaka. Tp saya yakin, ga lama lg sy pun akan bisa menyayangi kotaku, teman2ku, lab mates-ku, dan terlebih lagi senseiku..

(dalam rangka peresmian header n tagline baru)

Older Posts »