Dear Haris in the future,
Pernahkah terpikir utk bekerja bersama orang2 yg utk berkomunikasi pun sulit? Pernahkah terpikir utk bekerja bersama orang2 yg tidak pernah mengerti mengapa babi dan alcohol bukan makanan manusia? Pernahkah terpikir utk meninggalkan “Kesenangan” demi sebuah “Kesusahan”? Ya, aku menanyakan “Pernahkah terpikir oleh anda utk mencari nafkah di negeri asing?”
Aku jawab, tak pernah terpikir olehku hal2 yg demikian tapi kini aku melakukannya. Ya aku sedang dalam proses pendaftaran diri menjadi seorang pegawai perusahaan di Jepang. Tapi ntah kenapa orang2 di sekitarku termasuk senseiku sendiri selalu bilang “wow haris-kun pintar ya nanti pulang ke Indonesia bisa cpt kaya” toka “wow hebat klo nanti sudah jd orang kaya jgn lupakan kami ya” toka dll.. Tak pernah terberesit dalam pikiranku bahwa menjadi kaya adalah motivasiku ingin bekerja di Jepang. Lgpula di tulisanku sebelumnya, sdh aku beberkan bahwa Jepang adalah sebuah negara dmn orang2nya tidak akan pernah menjadi kaya. Jika aku ingin kaya, justru Indonesia lah tempat yg paling tepat.
Sejak kecil, aku dibesarkan oleh sebuah keluarga pedagang. Pahit-manis, menipu-ditipu, membenci-dibenci, sono gurai no sekai wo wakarimashita. Tp selalu ada yg berbeda dgn Alm ayahku. Dalam kehidupannya sebagai pedagang, beliau di mataku hanya meraskan manis, ditipu, tp tak pernah membenci ataupun dibenci oleh masyarakat sekitar (kecuali tentunya oleh lawan bisnisnya). Karena lingkunganku inilah aku selalu tertarik dgn pengusaha2 sukses terutama orang Jepang. Jika anda ingat acara TV “Solusi Rhenald Kasali” atau buku “Made in Japan” karangan Akio Morita (founder of SONY) anda pastilah jg orang2 yg terinspirasi dan terobsesi dengan kesuksesan seperti mereka.
Bagiku kesuksesan bukanlah banyaknya uang, mobil, rumah, harta yang aku punya seperti yg dituliskan Prof. Kwang dalam bukunya “Why Asians Are Less Creative Than Westerners”. Tapi kesuksesan bagiku adalah proses bagaimana anda melalui setiap rintangan/tantangan kehidupan. Bagiku, yg jujur saja tidak pernah merasakan kesulitan ekonomi sedari kecil hingga kini, mungkin sangat mudah menuliskan hal2 idealis semacam kesuksesan. Tp percayalah bahwa orang yg berkecukupan ekonomi sekalipun tidak mudah melalui kehidupannya.
Dan kini aku dihadapkan pada semua pertanyaan yg aku sebut di atas. Aku pikir kinilah saatnya aku terjun pada dunia nyata, dunia yg keras dan jauh dari idealisme. Saat itulah, setibanya aku di Jepang, aku mengetahui apa itu Shakai jin, apa itu Syuukatsu dan bagaimana semua itu memberi pelajaran yg sungguh luar biasa. Oleh karenanya, meskipun perjuangan job hunting-ku di Jepang ini akan berakhir di luar rencanaku, aku tetap bersyukur. Apa yg telah aku lewati selama lebih dari 1 thn melakukan job hunting di Jepang ini, itu semua akan menjadi sebuah step besar dlm kesuksesanku di masa kini dan masa depan.
OK, kita kembali ke topik. 就職活動(syuushoku katsudou, disingkat 就活 syuukatsu), atau dlm bahasa Indonesia adalah “Aktifitas Mencari Kerja”, di Jepang menurutku cukup unik. Apa yang bikin unik? Yang bikin unik adalah karena syuukatsu Jepang dimulai 1,5 ato 2 tahun sebelum lulus university (mhs S1 tingkat 3 atau S2 tingkat 1 atau S3 tingkat 2).
Apa saja yang mereka lakukan selama 2 thn tersebut? Dan apa makna di balik 2 thn tersebut? Berikut adalah hasil pengamatanku:
Menjadi “seorang pekerja” bagi orang jepang memiliki makna yang sangat mendalam. Jika kita lihat nihongo-nya pekerja dalam huruf kanji adalah 社会人 (shakai jin). Shakai berarti Society dan Jin berarti Orang… Dou iu imi deshouka?? Aku dapatkan bahwa bekerja di sebuah perusahaan berarti kita mendapatkan gaji. Gaji berasal dari keuntungan perusahaan menjual produk/jasa ke masyarakat. Dengan kata lain, kita digaji oleh masyarakat. Oleh karena itu Pekerja memiliki tanggung jawab kepada Masyarakat.
Bagi kita orang Indonesia mungkn ini tidak memiliki makna yg sgt dalam karena kita terbiasa bekerja setengah hari, bekerja asal beres, masa bodoh asalkan gw msh bs makan, dan termajakan dgn kekayaan alam Indonesia. Lain halnya dengan orang Jepang yg tidak memiliki SDA sedikit pun shg harus menggantungkan kehidupaanya pada eksport. Jika mereka tidak bekerja keras utk mengasilkan produk2 yg bagus dan inovatif, mereka akan kelaparan.
Nah, 2 tahun inilah mereka pergunakan sebagai persiapan menjadi seorang shakai jin yang baik. Sebagai contoh jika anda akan lulus April 2013 berikut adalah yang dilakukan students Jepang untuk syuukatsu:
April 2011:
Mulai ikut tes TOEIC (utk ryuugakusei, plus ikut daftar tes JLPT/BJT/dll), Daftar RikuNavi/ MyNavi/ NikkeiNavi/ SyuukatsuNavi/ TopCarerr/dll
Mei 2011:
Menentukan tema riset, Menganalisis diri, Membeli Suits/Sepatu/Tas/dll
Juni 2011:
Mencari info2 dan daftar Internship
Juli 2011:
Wawancara untuk Internship
Agustus 2011:
Internship
September 2011:
Yasumi
Oktober~Desember 2011:
Mempersiapkan Dokumen2 (Rirekisho, Jiko PR, dll), Melakukan research ttg berbagai perusahaan, Datang ke acara2 Job Fair, PreEntry ke perusahaan2 yang diminati, Mengikuti seminar2/kengaku yang khusus diadakan perusahaan. (utk ryuugakusei, ikut kelas syuukatsu yg disediakan university jika ada)
Januari~Februari 2012:
Mengikuti Sinro Guidance yang diadakan Fakultas, Mengikuti acara Seminar/Kengaku perusahaan2, Submit Entry Sheet (Utk students yg apply dgn Jiyuu Oubo*)
Maret 2012:
Submit Entry Sheet (Utk students yg apply dgn Jiyuu Oubo*), Mengikuti ujian Gakko Suisen (utk students yg apply dengan gakko suisen*)
April 2012:
Mengikuti ujian Gakko Suisen (utk students yg apply dengan gakko suisen), Wawancara / Ujian SPI / Ujian Group Disscusion / dll di perusahaan
Mei 2012:
Pengumuman penerimaan (naitei)
Juni 2012~April 2013:
Fokus riset di Lab utk kelulusan.
Yap, bekerja dan hidup di Jepang adalah ratusan kali lipat lbh stressful dan membosankan daripada hidup di tanah air tercinta Indonesia. Tapi, andakah salah satu dari orang2 yg ingin terus menjawab tantangan menjadi manusia yg lebih tangguh dan sedikit demi sedikit merasakan senangnya secuil kesuksesan? Semua pilihan ada di tangan anda.
Daftar kosakata:
*Toka: atau, contohnya
*Sono gurai no sekai wo wakarimashita: saya mengerti dunia semacam itu
*Dou iu imi deshouka: apa maksudnya?
*Ryuugakusei: Mhs asing
*Yasumi: istirahat/liburan
*Rirekisho: CV
*Jiyuu Oubo: Mendaftar (submit entry sheet) ke perusahaan secara bebas tanpa mempergunakan surat rekomendasi dari Fakultas. Bisa daftar ke banyak perusahaan.
*Gakkou Suisen Oubo: Mendaftar ke perusahaan dengan mempergunakan surat rekomendasi dari Fakultas. 1 surat rekomendasi hanya bs dipakai ke 1 perusahaan.
Haris jadinya kerja di mana? Good luck yah.
Oh iya makasih udah sharing pengalaman, insyaAllah bakal lulus April 2013. 非常に参考になりました。
Belum diterima di mana2 Ras, ini masih proses daftar gakko suisen utk ke Panasonic.
Sama2, makasih dah nulis komen
good luck haris!!
mantab ris, sankou ni natta yo
ditunggu seri-seri pengalaman shukatsu selanjutnya (yg di Panasonic toka ^^)