Karir Dosen di Indonesia

March 6, 2017 Leave a comment

tergelitic-dari-sebuah

Tergelitik dari sebuah postingan bu Ratna (pejabat LPDP) mengenai jalur pendidikan dan pekerjaan (gambar di atas), saya kemudian berkaca kepada diri sendiri yang awalnya memilih jalur kiri (S2) kemudian nyebrang ke jalur kanan (bekerja di industri), dan akhirnya nyebrang lagi ke jalur kiri (menjadi dosen dan lanjut S3). Perjalanan saya ini cukup rumit karena sejak awal saya tidak punya grand design pekerjaan apa yang ingin saya tekuni, hanya ingin menuntu ilmu dan bermanfaat untuk orang lain. Dan pada akhirnya, saya tidak menyesal sama sekali dengan keputusan tersebut karena dengan modal semangat seorang pembelajar, saya kini memiliki banyak pengalaman berharga di berbagai bidang walaupun memang perjalanan karir saya jadi agak terlambat jika dibandingkan dengan teman2 yang langsung bekerja setelah lulus S1. Tapi seperti kata pepatah di FB 😛 “People are in their time zone and you are in yours”

Pada tulisan kali ini saya ingin share pengalaman pribadi saya yang akhirnya memutuskan berkarir sebagai dosen (khususnya dosen swasta) di indonesia. Di Indonesia, untuk jd dosen di universitas minimal harus punya gelar S2. Setelah setahun menjadi dosen & pegawai tetap, baru bisa apply NIDN (nomor induk dosen nasional). Setelah itu baru bisa mengajukan jabatan fungsional (jabfung) asalkan point atau kum nya cukup. Ada 4 jenjang jabfung di Indonesia, yaitu Asisten ahli, Lektor (Asst. prof), Lektor kepala (Assoc. prof), & Guru besar (Prof). Yg menarik, pengajuan jabfung pertama untuk dosen lulusan S3 bisa langsung lompat ke lektor, tanpa harus jd asisten ahli dulu. Tapi, karena kum lektor itu hny 300 atau 400, jika semasa sekolah S3 kita rajin publish paper & selama jd dosen rajin ngajar, kita bs ngumpulin kum lbh dari 500. Nah kelebihan kum yang dimiliki akan hangus, tidak bisa dipakai untuk pengajuan jabfung berikutnya. Sebaliknya, untuk yang memulai karir dosen sejak lulus s2 lebih menguntungkan, Pengajuan pertama jabfung memang hanya boleh asisten ahli (kum = 150). Mudah sekali untuk mendapatkan kum 150: cukup dengan bermodalkan ijazah s2, pengalaman ngajar 1,5-2thn, dan minimal paper nasional. Kemudian, jika setelah mendapatkan jabfung asisten ahli melanjutkan sekolah S3, pengajuan jabfung keduanya bisa langsung lompat ke lektor kepala, tanpa jadi lektor dulu, asalkan kum nya ckup (kum=700).

— insyaAllah berlanjut —

Advertisements
Categories: Experiences

Melahirkan anak di Jepang

March 6, 2017 2 comments

Punya anak yg lahir di luar negeri mungkin adalah impian bbrp pasutri. Melahirkan anak di negara maju spt Jepang bagi saya & istri bukan hny bs mewujudkan impian itu, tapi juga memberikan rasa aman kpd kami krn istri saya sempat mengalami keguguran di Indonesia. Selain itu, pemerintah Jepang memberikan support biaya sebesar Y420,000 utk melahirkan di jepang (jika anda peserta asuransi nasional Jepang), sedangkan biaya lahirannya sendiri bervariasi antara Y350,000 hingga Y500,000 atau lebih tergantung rumah sakitnya dan kasus lahirannya. Jika kurang, sisanya ditanggung sendiri. Jika lebih, sisanya akan diberikan dlm bentuk cash. Pasca melahirkan pun (lahir di Jepang ataupun di luar Jepang asalkan peserta asuransi nasional Jepang) si anak diberi tunjangan Y15,000/bln hingga umurnya mencapai 3 tahun. Setelah 3 tahun, tunjangannya berangsur-angsur berkurang hingga akhirnya tdk lagi dpt tunjangan ketika si anak masuk SMA.

Sudah 6 tahun saya tinggal di jepang di 3 kota yang berbeda-beda dan selama itu pula saya belum pernah melihat & mendengar ada orang Indonesia yg lahiran di Jepang dgn operasi cessar (jika ada pun, kasusnya sangat jarang), semuanya lahir normal. Dan hebatnya lagi, semua ibu yg telah melahirkan itu jarang sekali yg menjadi gemuk (it’s particularly important for the husband hehe).

Yg ingin saya share di sini adalah tahapan kehamilan hingga kelahiran dan pasca lahir di Jepang.

-Selama Kehamilan-
Setelah anda yakin bahwa istri anda hamil (bs beli test pack di drug store), anda bisa dtg ke clinic gynecology terdekat utk ricek kehamilan yg diapproved oleh dokter. Biaya awal utk cek ini biasanya ckup mahal sekitar Y6000 jika pakai asuransi nasional.
Dari hasil cek kehamilan di klinik tsb., anda bisa minta surat rekomendasi dari dokter tsb untuk bisa pindah ke rs. Bbrp rs tdk terima pasien jika tdk ada srt rekomendasi dari dokter di klinik. Anda bisa melakukan kontrol bulanan (atau 2 mingguan) di klinik terdekat hingga bulan ke-5 masa kehamilan. Bulan ke-6 anda harus pindah ke rs jika klinik tsb tdk memiliki fasilitas utk melahirkan. Biaya kontrol bulanan di klinik biasanya tdk lbh dari Y1,000, sedangkan di rs negeri biasanya gratis.
Di rs anda akan bertemu dokter yg baru atau mungkin bisa saja dokter yg setiap bulan anda temui di klinik pun bekerja di rs pilihan anda. Pindah ke rs sesegera mungkin menurut saya lbh baik krn akan lbh dkt dgn dokter yg akan menangani proses persalinan.
Minggu ke-30an, bbrp rs ada yang mengharuskan suami & istri utk mengambil kelas maternity yg disediakan rs tsb (dlm nihongo tapi). Terutama bagi suami, kelas ini adalah syarat wajib utk bisa menemani istri saat persalinan. Di dalam kelas ini anda akan menerima banyak sekali ilmu persalinan, terutama jika ini adalah anak pertama.
Minggu ke-34, anda akan disuruh rs utk menyiapkan sebuah tas/koper yg berisi barang2 yg diperlukan selama persalinan.
Minggu ke-36 anda sdh harus siaga. Istri anda sdh bisa melahirkan kapan saja. Di jepang, istri anda blum boleh rawat inap di rs jika belum pendarahan hebat atau pecah ketuban. Anda diharuskan kontak & dtg ke rs jika istri sdh mulai kontraksi setiap 10mnt & pendarahan, tp jgn kaget jika anda disuruh pulang lg ke rumah krn dinilai msh tdk apa-apa.
Jika istri anda sdh sgt sering kontraksi atau pecah ketuban, harus segera ke rs. Selama blm lahir, istri anda tdk pny bed sendiri di rs. Istri akan pindah2 ruangan sesuai dgn petunjuk josanshi/midwife/bidan.

-Melahirkan-
Dalam kasus istri saya, proses lahirannya sangat cepat, kurang dari 1 jam setelah masuk ruang persalinan, Alhamdulillah. Pada kasus lain, istri msh hrs menunggu bbrp jam hingga anak lahir. Selama menunggu ini, sakit yang dirasa istri sangat hebat. Saya bilang begitu krn sakitnya hingga berbekas merah bentuk kuku di tangan saya hahaha..
Yg membantu proses kelahiran adalah dokter dan midwife. Doktenya bisa jadi bukanlah dokter yg biasa anda temui tiap 4 atau 2 minggu, tp dokter lain yg ready saat itu.
Memilih dokter yang mengerti ttg kebutuhan & kebiasaan muslim sangat penting. Dalam kasus saya, dokternya sdh sgt paham sekali bahwa setiap muslim yg dilahirkan harus diadzani & dikomati. Juga, beliau tau bahwa tidak semua susu bayi halal utk dikonsumsi.

-Pasca Melahirkan-
Dua jam setelah melahirkan, istri anda akan diberi bed sendiri di kamar berisi 4 org atau lbh. Istri anda akan mulai rawat inap selama maks. 5 hari (sesuai dgn aturan asuransi nasional jepang). Hari kelahiran adalah hari ke nol. Setelah lahir, anda akan diberi surat keterangan lahir (出生証明書, shussei shomeisho) dari rs.
Setelah keluar dari rs dan kembai ke rumah, anda sebaiknya segera mengurus bbrp admistrasi terkait ijin tinggal anak di jepang dan keikutsertaannya dlm asuransi nasional Jepang krn anda hny punya waktu 1 bln sejak lahir utk mengurus adm ini. Datangi kuyakusho dmn anda tinggal dan ikuti Petunjuk A di bawah ini. Kemudian datangi imigrasi kota anda dan ikuti Petunjuk B di bawah ini.
Selain ijin tinggal, hal adm lain yg harus diurus adalah paspor dan surat keterangan lahir dari KBRI. Tapi pengurusan 2 dok yini tdk mendesak jika blm ada rencana pergi keluar Jepang.
Isi dan kirim post card berstiker biru yg ada di dlm boshi techo. Post card ini akan memberitahu shiyakusho bahwa anda pny anak baru lahir. Saat anak berumur 2 bln, petugas shiyakusho akan mengunjungi rumah anda.
Umur 1 bln, anda hrs ke rs lagi utk cek kesehatan anak & ibu.
Umur 2 bln, anda harus mendatangi klinik anak terdekat dan membawa boshi techo utk daftar vaksinasi wajib (gratis) & vaksinasi tambahan (bayar full tanpa ada coverage dari asuransi)

[Petunjuk A]
Bawa dokumen di bawah ini ke kuyakusho untuk mendapatkan stempel kelahiran di boshi teccho, juminhyo 住民票 (kartu keluarga), dan shussei jurihyo 出生受理票 (copy legalisir srt keterangan lahir dari rs):

Surat ket lahir dari rs (shussei shomeisho) yg telah diisi lengkap.
1. Boshi techo
2. Buku tabungan
3. Inkan/hanko jika punya
4. Surat keterangan kelebihan uang asuransi dari rs jika memang ada sisa lebihnya.
Di kuyakusho, yg jg harus didaftarkan adalah keikutsertaan anak dlm asuransi nasional jepang (kokumin hoken) dan child allowance (kodomo/jidou teate). Selain itu, mengurus kelebihan uang kelahiran jika memang ada sisa lebihnya.

[Petunjuk B]
Bawa dokumen di bawah ini ke imigrasi utk mengurus residence card anak. Residence card ini sekaligus berfungsi sbg visa.
1. Paspor kedua ortu
2. Residence card kedua ortu
3. Juminhyo dari kuyakusho
4. Copy legalisir ket lahir (shussei juri jiko shomeisho) dari rs
5. Inkan/hanko jika punya
6. Formulir yg bs didapat & diisi di kantir imigrasi

Daftar dok yg hrs dibawa ke kantor imigrasi Jepang
melahirkan-anak-di-jepang-1

[Petunjuk C]
Dengan menggunakan kakitome di kantor pos, kirim dok di bawah ini ke KBRI Tokyo:
Surat Keterangan Kelahiran:
1. Mengisi formulir Laporan Kelahiran Anak yg bisa didownload di web KBRI Tokyo
2. Fotokopi paspor orang tua (ayah dan ibu)
3. Fotokopi surat nikah/buku akta nikah
4. Fotokopi Surat Kelahiran dari Rumah Sakit (Syussei Syomeisho)/ Syussei Todoke
5. Surat Kelahiran dari Pemerintah Setempat (Syussei Juri Todoke Syomeisho). Dok ini sebetulnya sama dgn dok 4, tp yg ini ada stempel legalisir dari kuyakusho.
6. Fotokopi halaman dalam Boshi-Techo: (halaman yang tercatat nama Ayah + Ibu, jam lahir dll) yg telah distempel oleh kuyakusho.
7. Biaya Y1200
8. Letter pack Y500 beralamat lengkap anda untuk pengiriman

Pembuatan Paspor Anak baru lahir:
1. Mengisi formulir permohonan paspor baru dengan lengkap yg harus minta dikirim oleh KBRI via pos.
2. Melampirkan fotokopi keterangan lahir dari KBRI
3. 4 (empat) lembar pas foto terbaru (3×4) latar belakang putih
4. Biaya Y2,650

Categories: Life in Fukuoka

Pola Pikir Tumbuh vs Buntu

July 18, 2013 1 comment

Ditulis kembali dari buku berjudul “Pembelajaran T.P. Rachmat”

Dalam lingkungan kerja sehari-hari, kita pasti pernah berjumpa dengan orang-orang bertalenta besar dengan ambisi setinggi langit. Tapi, karier mereka justru tak semenjulang kecakapan dan semangatnya. Hingga jenjang tertentu, pekerjaan mereka tak mendatangkan kemajuan yang semestinya, padahal ada catatan sukses yang menakjubkan di masa lalu. Ternyata, alih-alih menghasilkan tenaga untuk menciptakan kesuksesan baru, kesuksesan masa lampau justru melumpuhkan gerak mereka untuk melangkah maju.

Sosok-sosok high achiever yang begitu terpaut dengan pencapaian kinerja mereka di masa lalu rela mengorbankan kemajuan pribadi mereka. Karena terbiasa dengan catatan kesuksesan atas tugas pekerjaannya saat ini, mereka cenderung menghindari penugasan yang akan menguji kesanggupan mereka untuk mempelajari hal baru. Mereka cenderung mempertahankan citra kesuksesan yang mereka miliki saat ini, sehingga tak sudi mengambil resiko untuk menempuh tantangan baru. Itu sama artinya dengan menjerembabkan diri ke dalam rutinitas, yang pada gilirannya akan menihilkan perkembangan pribadi.

Fenomena seperti itu disebut oleh Thomas dan Sara DeLong (dalam Harvard Business Review, Juni 2011) sebagai the paradox of excellence. Dikatakan paradoks karena ternyata kemampuan dan ambisi seseorang tak berkorelasi positif dengan pencapaian kemajuan hidupnya. Bahkan boleh dikatakan justru yang terjadi malah sebaliknya. Pengalaman konseling yang diberikan oleh kedua pakar di atas terhadap 600-an prefesional selama 35 tahun mengantar mereka kepada kesimpulan bahwa para jagoan cenderung memilih mengerjakan hal yang salah dengan baik daripada mengerjakan hal yang benar dengan buruk (doing the wrong thing well instead of doing the right thing poorly). Mari sedikit memainkan imajinasi. Katakanlah ada dua jalan yang bisa kita tempuh. Jalan pertama mengantar ke tempat yang memang ingin kita tuju, tapi sayangnya kondisinya buruk dan penuh lubang. Sementara jalan kedua akan menuntun ke tempat yang tidak kita targetkan, tapi kondisinya mulus dan sangat menyenangkan. Mana jalan akan kita tempuh? Pilihan ada di tangan kita masing-masing. Dalam konteks cerita para jagoan di atas, mereka akan cenderung memilih jalan yang kedua, yang mulus, menyenangkan, sekaligus aman, sekalipun mereka tahu bahwa itu adalah jalan yang salah.
Read more…

Categories: Thoughts

Buku “Bekerja Ala Jepang” Segera Terbit

May 22, 2013 3 comments

poster

Sudah bisa dipesan dari sekarang (Pre Order/Reseller: Diskon 10%).
Pemesanan:
081536219777 (Indonesia, a.n. Alhudri)
08040169369 (Jepang, a.n. Norma)

Bagi yang ingin atau sedang membuka usaha, bagi yang berencana bekerja atau tengah bekerja, bagi mahasiswa yang berencana ingin mencari pengalaman bekerja di Jepang, atau bagi yang senang mempelajari buadaya Jepang, insya Allah buku ini sangat cocok sebagai referensi.

BEKERJA ALA JEPANG
Mulai dari Budaya Masyarakat, Capai Kemajuan Industri

Penulis: Tim Enjinia Nusantara
Editor: Muhammad Haris Mahyuddin, Aprillia Norma Ekasari, Farid Triawan, Abdi Pratama Adrian Rabuna
Editor Teknis: Norma Juliandi dan Berry Juliandi
Perancang Sampul: Ike Rosana
Ilustrasi: Ismail Habibi
ISBN: 978-602-17505-8-2
Cetakan 1, Mei 2013
Penerbit: Pena Nusantara

Sinopsis:
“No Pain No Gain”, tidak ada sukses yang tidak diiringi kerja keras. Bagi masyarakat Jepang, kerja keras saja rupanya tidak cukup. Ada hal lain yang menjadi kunci dasar tercapainya kemajuan industri negeri matahari terbit ini, yaitu budaya kerja masyarakatnya.
Buku ini membeberkan satu persatu keunikan budaya kerja masyarakat Jepang tersebut berdasarkan pengalaman dan kisah nyata para profesional Indonesia yang bekerja di Jepang. Ditulis dengan gaya bahasa yang ringan dan mudah dipahami, buku ini sangat cocok dibaca oleh para pelajar atau mahasiswa yang akan segera terjun ke dunia industri, para praktisi industri di tanah air, para profesional yang berencana untuk hidup dan bekerja di Jepang, atau bagi para pecinta budaya khas Jepang.

Categories: Experiences, Thoughts

Mengembalikan Apa Yang Sudah Mereka Korbankan Untukku

March 28, 2013 Leave a comment

A professor stood before his philosophy class and had some items in front of him. When the class began, he wordlessly picked up a very large and empty mayonnaise jar and proceeded to fill it with golf balls. He then asked the students if the jar was full. They agreed that it was.

The professor then picked up a box of pebbles and poured them into the jar. He shook the jar lightly. The pebbles rolled into the open areas between the golf balls. He then asked the students again if the jar was full. They agreed it was.

The professor next picked up a box of sand and poured it into the jar. Of course, the sand filled up everything else. He asked once more if the jar was full.. The students responded with a unanimous yes.
The professor then produced two Beers from under the table and poured the entire contents into the jar effectively filling the empty space between the sand. The students laughed..

Now, said the professor as the laughter subsided, I want you to recognize that this jar represents your life. The golf balls are the important things?-your family, your children, your health, your friends and your favorite passions?-and if everything else was lost and only they remained, your life would still be full. The pebbles are the other things that matter like your job, your house and your car.. The sand is everything else?-the small stuff.
If you put the sand into the jar first, he continued, there is no room for the pebbles or the golf balls. The same goes for life.

If you spend all your time and energy on the small stuff you will never have room for the things that are important to you.
Pay attention to the things that are critical to your happiness.
Spend time with your children. Spend time with your parents. Visit with grandparents. Take your spouse out to dinner. Play another 18. There will always be time to clean the house and mow the lawn.
Take care of the golf balls first?-the things that really matter. Set your priorities. The rest is just sand.

Saat anda menemukan dan membaca tulisan ini mungkin anda pun sedang merasakan hal yg sama dengan saya, yaitu apa yg saya cari dalam hidup ini? mengapa saya bekerja begitu keras hingga meraih banyak kesuksesan tapi kok merasa adanya kekosongan yang besar dalam hidup?

Ada banyak hal yg bisa membuat kita bahagia, yaitu kedekatan dgn Tuhan, keluarga, kekayaan, kesehatan, semangat, pertemanan, pekerjaan, gelar akademik, dll. Tapi mungkin sedikit dari kita yang mengetahui, di antara itu semua manakah yang paling penting, mana yang perlu mendapatkan prioritas utama, mana yang perlu dilakukan terlebih dulu dalam hidup ini.

Hal-hal penting yg perlu mendapatkan prioritas utama biasanya ada di dekat kita. Saking dekatnya, anda tidak menyadari bahwa mereka adalah bagian terpenting dalam hidup anda, sehingga wajar jika lantas anda menginginkan hal lain. Lakukanlah apa yg ingin anda kejar, yg bisa membawa kebaikan bagi anda di masa depan, yg bisa membuat anda lupa sementara ttg mereka yang penting itu, sehingga pada akhirnya anda tersadarkan bahwa mereka memanglah penting dalam hidup anda dan anda harus segera kembali kpd mereka.

Categories: Life in Osaka, Thoughts

Computer Hardware Geeking

November 17, 2012 Leave a comment

Dah lama rasanya ga hunting parts komputer kyk jaman SMA. Klo dulu krn msh susah akses internet jadinya saya langganan tabloid PCPlus walopun ga terlalu rutin beli. Dari tabloid inilah saya tahu & ngerti ttg part2 komputer yg lg ngetrend, yg udah usang atopun yg akan datang. Dari tabloid ini jg saya sering ikut seminar2 spt merakit komputer, membangun jaringan, dll.

Bagi saya hobi ini bukan sekedar ajang buang uang demi kepuasan tapi juga saya belajar bgmn caranya memanage uang yg pas2an utk mendapatkan barang yg diinginkan dgn harga semurah mungkin, yaitu dengan cara menawar dan mengotak-atik spec komputer mulai dari processor sampe ke DVD drive dari berbagai merk. Tp jelas, sebagai konsumen keinginan utama saya kualitas. Masih inget, waktu itu lg jaman2nya CD-RW writer baru keluar. Sejak dulu saya penggemar Pioneer klo urusan optical drive, tp apa boleh buat krn Pioneer harganya selangit jd saya putuskan utk beli merk Samsung yg harganya hampir stengah harga Pioneer. Eh tapi nyesel bgt krn cuma bertahan bbrp bulan trus jebol yg akhirnya saya harus bolak-balik ke tokonya utk minta garansi sampe marah2 di tokonya (hehe maklum krn saya dibesarkan di keluarga dagang, jd saya tahu betul hak saya sbg konsumen.. jd jgn macem2 klo berbisnis dgn saya haha). Yaah.. walopun skrg Samsung malah meroket dan bahkan mengalahkan elektronik2 Jepang sekelas SONY & Pioneer.
Read more…

Categories: Hobbies

同じ信念、同じ趣味、同じ価値を持っている妻か。。

August 27, 2012 Leave a comment
Categories: Thoughts